Postingan

Rabb.. Bisakah aku meminta dia saja?

Karena mendoakan adalah cara mencintai paling rahasia. Tentang cinta yang tak bersua Hanya mampu diam seribu bahasa Tentang rindu yang tak bisa bertemu Hanya mampu mengutarakannya lewat doa kepada sang maha penyatu qolbu Wahai hati Bolehkah aku jujur Aku menyimpan satu nama disini Nama yang selalu aku sebut dalam sujud Nama yang selalu aku pinta agar nantinya dapat bersama Sampai saat ini, namamu adalah bagian dari segelintir doaku pada-Nya Meski kau tak pernah menyadarinya Meski kau tak pernah mengetahuinya. Rabb. . . Bisakah aku meminta dia saja? Rabb. . Aku mungkin hanyalah pendosa yang mendamba ridho-Mu, tak layak mendapat lelaki umpama Ali, toh aku tak sesolehah Fatimah. Rabb. . Aku mungkin hanyalah kepingan dosa yang kau sempurnakan dimata orang-orang, yang aib-aibnya Kau tutup rapat sehingga yang nampak hanya baik-baiknya saja. Rabb. . Aku mungkin tak sebaik perempuan-perempuan yang senantiasa istiqomah di jalan-Mu, yang tak kenal lelah dijalan dakwah wala...

Jodohku, siapa namamu?

Jodohku, siapa namamu? Ah, aku selalu menerka-nerka, gelisah tentang sosok yang akan menemani separuh hidupku. Padahal bisa jadi, kamu adalah orang yang sudah kukenal sangat lama. Padahal bisa jadi, kita selalu bertemu setiap hari. Padahal bisa jadi, kita belum kenal tapi pernah berpapasan. Padahal bisa jadi, kamu adalah teman dunia mayaku. Jodohku, siapa namamu? Aku mencarimu tiap hari; meski hanya lewat butiran doa. Oiya apakah doa kita sama, ingin dipertemukan dengan yang shalih? Semoga sama ya. Dan kalau aku tidak shalih, kuharap kamu adalah cahaya yang Allah kirim untuk membimbingku. Aku selalu percaya, tak ada Doa yang tak didengar oleh Allah. Kamu juga percaya, kan? Jodohku, siapa namamu? Ah, aku harusnya sadar, menanti jodoh ibarat menanti kematian. Harusnya tidak digelisahkan, tapi dipersiapkan. Kamu sedang mempersiapkan? Jodohku, siapa namamu? Apa memang kita belum kenal, atau memang sudah kenal tapi tak tahu, bahwa nama kita sudah bersanding di Lauh Mahfuzh. Atau mun...

Bacalah Catatan Ini Jika Ingatanmu Tentangku Pulih Kembali

Juli 2014 Awal dari segala kisah kita. Aku tidak pernah merencanakan untuk mengenalmu lebih dekat apalagi mencintaimu saat itu. Ya, kita hanya sebatas kenal di media sosial. Entah dari mana datangnya, saat itu kamu selalu saja meninggalkan "komentar" di setiap tulisan yang aku posting. Aku hanya membalas "komentar" mu datar. Karena aku sama sekali tidak tertarik denganmu (saat itu). Hingga berjalannya waktu kamu semakin sering berupaya untuk mendekatiku. Baiklah, kufikir tidak ada salahnya untuk mencoba lebih dekat denganmu. Kita sepakat untuk bertemu atau bahasa kerennya "kopdar", aku membawa teman-teman ku dan kamu sendirian. Aku selalu saja ingin tertawa setiap mengingat kenangan saat itu. Saat dimana aku mengenalmu yang sudah sangatlah jauh berbeda dari sekarang. Singkat cerita, September 2014 akhirnya kita memutuskan untuk bersama, walaupun saat itu sebenarnya aku belum sepenuhnya yakin terhadapmu, terlebih aku baru saja berpisah dengan orang yang k...

Biarlah Aku Menjadi Abu dan Kau Tetaplah Menjadi Api

Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka. Itulah mengapa aku belajar melepasmu. Sebab, aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang, jika kau tidak kunjung datang, barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenang. Kau pun mengerti, berbulan-bulan aku bertahan. Aku menjadi separuh waras. Mendekati sakau. Kau tahu tetapi seperti setengah hati memperjuangkanku. Kau tidak mampu bertahan seperti aku memperjuangkanmu.  Tetapi sudahlah, aku tidak akan menyalahkanmu. Aku tidak akan menyesalkan apapun atas perlakuanmu. Aku paham, aku yang teramat cinta kepadamu. Perasaan ini yang terlalu sulit kupatahkan, meski hatiku sudah dikalahkan. Kau tetaplah seseorang yang kucintai dengan sangat. Seseorang yang pernah mengalirkan air mata ...

Melupakanmu

Kamu, seseorang yang membawa diriku pergi. Semoga kamu bahagia dengan segala hal yang sudah kamu buat luka. Semoga langkah baik selalu menyertaimu. Maaf, untuk beberapa hal yang kamu rusak dari hidupku tak pernah kurelakan untukmu. Aku tidak bisa melupakan begitu saja. Jika nanti, semesta bercanda dan mempertemukan kita lagi. Segeralah menghindar, sebab bagiku kamu tidak lagi sesuatu yang menarik meski rindu tak sepenuhnya memudar. Kamu seharusnya tahu; menyakiti seseorang beresiko dilupakan sampai akhir hayatnya. Jika kita bertemu lagi, berpura-puralah tidak pernah saling melengkapi. Sebab setelah pergimu, luka dihatiku terasa lengkap dan tergenapi. Aku pernah begitu sabar berjuang sepenuh hati. Tanpa menyadari separuh dadaku kamu tusuk belati. Kamu tikam terlalu dalam hingga aku tak mampu bangkit dari tenggelam bersama rasa sakit. Lama aku gemetar bertahan sendiri. Sebab cintaku padamu teramat sulit kuingkari. Aku kehilangan diriku begitu lama. Menjadi asing dengan hal-hal yang k...

Kamu

Bagaimana bisa kamu menjadi orang yang benar benar ingin kubenci? Sementara, dulu begitu dalam aku menjatuhkan hati. Hatiku menolak pergi, tetapi kenyataan terlalu menyakiti. Kamu lelah dengan segala yang kita perjuangkan bersama. Kamu memintaku berlapang dada, memintaku melepaskan begitu saja. Apakah kamu tidak pernah merenungkan walau sejenak saja, betapa luka pedih mengiris dada, melihat orang yang paling dicinta meminta lepas demi seseorang yang ia cinta? Kita tidak menjalani ini sehari dua hari, terlalu lama kebersamaan ini membuat aku tidak tahu lagi jalan kembali. Meski tidak ingin memintamu kembali, tapi lukanya tetap saja tak sepenuhnya pergi. Menyiksa malam-malamku, menyesakkan dalam diamku. Kenangan selalu pulang dengan hal-hal yang kamu buang. Dengan hal-hal yang dulu sepenuh hati kita impikan dalam hal berjuang. Apa kamu bahagia dengan segala luka yang kini kurasa? Apa kamu tidak merasa betapa dalamnya aku tenggelam dalam hal-hal yang terlalu pahit rasanya kenyataan ini?...

Yang Tidak Bisa Kembali..

Tiba-tiba aku teringat masa lalu Ada perasaan dimana aku ingin kembali mengulang Ketika aku meminta waktu untuk membawamu kembali Tapi aku menyadari Aku merindukan sesuatu yang tidak bisa kubawa pulang lagi. Karena aku belum sepenuhnya memiliki tenaga yang cukup untuk melupakanmu. Berat sekali rasanya merelakan pilihanmu yang tak ingin bersamaku. Tak pernah mudah bagiku menerima kenyataan sepahit itu. Namun, aku harus mengakui. Aku kalah dalam langkah perjalanan ini. Aku samasekali tidak bisa lagi bersikeras sendiri. Kamu seperti batu yang jatuh ke dasar sungai.  Hilang dan membenam semakin jauh.  Aku yang harus sadar diri, bahwa semua perjuangan itu tak lagi utuh. Tujuan kita sudah berbeda. Mau tidak mau. Luka harus kuterima. Semoga semesta bersikap baik padaku. Tidak selalu mengingatkan hal-hal yang memperlambat pulih luka itu. Kamu tetaplah menjadi dirimu yang terus pergi. Melangkahlah semakin jauh tanpa pernah mengirimkan sapa kembali. Aku ingin menjadi diriku yang ...