Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Melupakanmu

Kamu, seseorang yang membawa diriku pergi. Semoga kamu bahagia dengan segala hal yang sudah kamu buat luka. Semoga langkah baik selalu menyertaimu. Maaf, untuk beberapa hal yang kamu rusak dari hidupku tak pernah kurelakan untukmu. Aku tidak bisa melupakan begitu saja. Jika nanti, semesta bercanda dan mempertemukan kita lagi. Segeralah menghindar, sebab bagiku kamu tidak lagi sesuatu yang menarik meski rindu tak sepenuhnya memudar. Kamu seharusnya tahu; menyakiti seseorang beresiko dilupakan sampai akhir hayatnya. Jika kita bertemu lagi, berpura-puralah tidak pernah saling melengkapi. Sebab setelah pergimu, luka dihatiku terasa lengkap dan tergenapi. Aku pernah begitu sabar berjuang sepenuh hati. Tanpa menyadari separuh dadaku kamu tusuk belati. Kamu tikam terlalu dalam hingga aku tak mampu bangkit dari tenggelam bersama rasa sakit. Lama aku gemetar bertahan sendiri. Sebab cintaku padamu teramat sulit kuingkari. Aku kehilangan diriku begitu lama. Menjadi asing dengan hal-hal yang k...

Kamu

Bagaimana bisa kamu menjadi orang yang benar benar ingin kubenci? Sementara, dulu begitu dalam aku menjatuhkan hati. Hatiku menolak pergi, tetapi kenyataan terlalu menyakiti. Kamu lelah dengan segala yang kita perjuangkan bersama. Kamu memintaku berlapang dada, memintaku melepaskan begitu saja. Apakah kamu tidak pernah merenungkan walau sejenak saja, betapa luka pedih mengiris dada, melihat orang yang paling dicinta meminta lepas demi seseorang yang ia cinta? Kita tidak menjalani ini sehari dua hari, terlalu lama kebersamaan ini membuat aku tidak tahu lagi jalan kembali. Meski tidak ingin memintamu kembali, tapi lukanya tetap saja tak sepenuhnya pergi. Menyiksa malam-malamku, menyesakkan dalam diamku. Kenangan selalu pulang dengan hal-hal yang kamu buang. Dengan hal-hal yang dulu sepenuh hati kita impikan dalam hal berjuang. Apa kamu bahagia dengan segala luka yang kini kurasa? Apa kamu tidak merasa betapa dalamnya aku tenggelam dalam hal-hal yang terlalu pahit rasanya kenyataan ini?...

Yang Tidak Bisa Kembali..

Tiba-tiba aku teringat masa lalu Ada perasaan dimana aku ingin kembali mengulang Ketika aku meminta waktu untuk membawamu kembali Tapi aku menyadari Aku merindukan sesuatu yang tidak bisa kubawa pulang lagi. Karena aku belum sepenuhnya memiliki tenaga yang cukup untuk melupakanmu. Berat sekali rasanya merelakan pilihanmu yang tak ingin bersamaku. Tak pernah mudah bagiku menerima kenyataan sepahit itu. Namun, aku harus mengakui. Aku kalah dalam langkah perjalanan ini. Aku samasekali tidak bisa lagi bersikeras sendiri. Kamu seperti batu yang jatuh ke dasar sungai.  Hilang dan membenam semakin jauh.  Aku yang harus sadar diri, bahwa semua perjuangan itu tak lagi utuh. Tujuan kita sudah berbeda. Mau tidak mau. Luka harus kuterima. Semoga semesta bersikap baik padaku. Tidak selalu mengingatkan hal-hal yang memperlambat pulih luka itu. Kamu tetaplah menjadi dirimu yang terus pergi. Melangkahlah semakin jauh tanpa pernah mengirimkan sapa kembali. Aku ingin menjadi diriku yang ...